Wednesday, September 06, 2006

-- Tragedi 5 September 2006 --

Saat matahari mulai menyapa, aku melangkahkan kaki dengan riang...karena kemarin aku benar" merasakan pertama kalinya jerih payahku bekerja sebulan terakhir ini." Klek..klek...( waduh sulit bener sich (-_-") ) " aku mencoba untuk membuka pintu depan dr bemo yang biasa ku tumpangi untuk berangkat ke kantor. " Mbak..mbak...belakang aja ya ! " sahut supir angkot yang rupanya tau aku sedang berusaha membuka pintu depan mobilnya. Hupff...akhirnya naik jga aku ke tempat duduk bagian belakang.

Beberapa menit kemudian, bemo ini sudah berjalan diatas keempat rodanya yang kecil ( untuk ukuran roda truk hi..hi... ) tak berapa lama setelah itu, saat bemo mulai melintas di daerah pinggir sungai tiba-tiba seorang lelaki bertubuh gemuk dan pendek naik dan kebetulan duduk disebelahku. Gak pas disebelah ku seh..masih ada seorang lagi di antara kami.


Tiba-tiba... " uhuk..uhuk..huekk... " suara itu datang dari lelaki pendek, gemuk yang duduk di derer bangku ku. Saat kulihat wajah nya aku merasa takut bukan main, ku kura lelaki itu akan dijemput ajalnya di angkot he..he...lalu dy memintaku membukakan jendela yang tepat berada dibelakangku, spontan saja ku buka dan aku langsung meloncat ke bangku depan ku yang kebetulan disitu sedang duduk seorang ibu yang juga dengan cekatan merangkul aku ( mungkin terlalu khawatir aku jatuh keluar dr bemo hi..hi...).

Setelah lelaki itu turun, ibu tadi meminta kain lap pada pak Supir untuk mengelap bangku yang kebetulan ternoda oleh bekas luapan dari lelaki yg keselek tadi (hi..hi...luapan kalee...).
Kami menceritakan apa yang telah terjadi, lalu pak Supir spntan bertanya " Waduh...mbak, bu..ada yang hilang gak barangnya??? itu copet mbak, bu..tolong dilihat lagi barangnya mungkin ada yang hilang.. " kata pak supir, tanpa ba..bi..bu lagi aku langsung membuka tas kuw dan...Huwwwaaaa......hape kuw....hape kuw sudah gak ada lagi ditempatnya, aku kaget dan langsung aja aku bilang klo ternyata hape ku hilang, ibu dan pak supir itu menyuruhku untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi, tapi aku rasanya tak lagi mampu berkata-kata..aku samapi lupa bahwa sudah saatnya ku turun dari bemo itu. Sebelum turun, aku sempat berpesan pada pak Supir (walaupun setelah kupikir lagi pesanku cukup konyol, yah namanya juga orang bingung ya...) " Pak..kalau misalnya ada hape tertinggal di bemo ini ya pak..T_T.. " begitulah pesan konyol singkat yang aku berikan pada pak supir .


Berjalan dengan langkah gontai, menyusuri sepanjang jalan yg biasa kulalui, tapi pagi ini rasanya berbeda, tiba-tiba aku berlari..terbesit di pikiranku untuk menelpon nomor hapeku sendiri (walaupun seingetku hapeku udah ku stel profile silent). Setibanya di kantor, aku mencoba menelpon..tut...tut..alhamdulillah masih nyambung pikirku, tapi kucoba lagi untuk kedua kalinya, hiks..hiks..udah gak bisa..

Aku hanya bisa pasrah dengan kejadian ini, semangat kerja saat itu pun sudah tidak ada lagi.. Bukan hape yang aku sesali, tapi kenangan dari hape itu sendiriyang aku tangisi...


Mungkin 4JJ1 merencanakan hal lain buatku, aku yakin. Hidup tanpa hape sungguh merana..
Jadi hati0hatilah dengan berbagai macam modus pencopetan hape.

hi..hi..hi...

2 comments:

Oka Gian said...

HPq yo ilang pisan dik..[ta'kiro cuman diriku saja yg meratapi nasib..rupanya ada dikau juga..nelangsanya..]
ta'iklasno tapi bukan berarti ora dendam karo copet..pokoke copet-E ta'dungakno impoten huh! :D

wahyukurnianto said...

sabar yo ndree .... pasti ada gantine