I just can't let go of you..
Tuesday, August 07, 2007
Monday, June 25, 2007
Pria itu ayahku...
"Gie, nte udah di jln tol. Kmu siap2 yah.." ups... segera aku balas sms dari tanteku itu, "Boh,ntek gellu te. Engko' gi' mandi'e. Sakejja' y? Tgu dsna wes te." (bahasa planet,hm..klo diartikan jadi gini : "loh, tunggu dulu te. Aku masih mau mandi. Sebentar ya ? Tunggu dsna deh te.")
Setelah beberapa menit naik angkot Q yang lewat Pasar Turi, dengan setengah berlari aku menuju tempat dmna kami sepakat untuk bertemu. Di depan kolam, aku melihat sosok wanita separuh baya yang memegang handphone didekat telinga kanannya. Sambil berlari aku mendekatinya..
Aku memeluknya, tanteku kemudian bergantian dengan Mbah ti (eyang putri.red), kemudian sesosok pria yang sudah senja, rambut2nya yang dulu beberapa terlihat memutih, kini tampak sudah penuh dengan warna itu. Badannya yang dulu segar, sekarang sudah tampak lebih kuyu dan lemah, matanya yang dulu memancarkan harapan dan kasih sayang masih tetap sama hanya untuk beberapa saat mata itu basah oleh air mata. Ya..! pria ini adalah ayahku..! Ayahku yang aku cintai. Aku memeluknya, seperti tak tertahankan, aku ingin menangis, namun karena aku t'lah melihat ayahku meneteskan air mata lebih dulu, aku urung menangis, sambil bercanda aku bilang : "Ayah birnye" (ayah cengeng.red) . Setelah berbulan-bulan aku tak bertemu muka dengan beliau. Pertemuan ini terasa begitu mengharukan. Namun sayang, kedatanga ayah tak disertai mama dan adik. Terada belum lengkap kebahagianku siang ini. Meskipun demikian, aku tetap berucap syukur padaMu Rabb..
Ayah.. aku selalu merindukanmu.
Setelah beberapa menit naik angkot Q yang lewat Pasar Turi, dengan setengah berlari aku menuju tempat dmna kami sepakat untuk bertemu. Di depan kolam, aku melihat sosok wanita separuh baya yang memegang handphone didekat telinga kanannya. Sambil berlari aku mendekatinya..
Aku memeluknya, tanteku kemudian bergantian dengan Mbah ti (eyang putri.red), kemudian sesosok pria yang sudah senja, rambut2nya yang dulu beberapa terlihat memutih, kini tampak sudah penuh dengan warna itu. Badannya yang dulu segar, sekarang sudah tampak lebih kuyu dan lemah, matanya yang dulu memancarkan harapan dan kasih sayang masih tetap sama hanya untuk beberapa saat mata itu basah oleh air mata. Ya..! pria ini adalah ayahku..! Ayahku yang aku cintai. Aku memeluknya, seperti tak tertahankan, aku ingin menangis, namun karena aku t'lah melihat ayahku meneteskan air mata lebih dulu, aku urung menangis, sambil bercanda aku bilang : "Ayah birnye" (ayah cengeng.red) . Setelah berbulan-bulan aku tak bertemu muka dengan beliau. Pertemuan ini terasa begitu mengharukan. Namun sayang, kedatanga ayah tak disertai mama dan adik. Terada belum lengkap kebahagianku siang ini. Meskipun demikian, aku tetap berucap syukur padaMu Rabb..
Ayah.. aku selalu merindukanmu.
Wednesday, June 20, 2007
Thursday, May 03, 2007
endless life..
Kita pasti mati. Ya, manusia pasti akan mati. Kita tidak pernah tau kapan, malaikat maut akan datang untuk memisahkan raga kita dari jasad yang selama ini kita diami. Itu semua Rahasia Allah SWT. Kita, hanya bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya yang Allah berikan. Sebagai bekal kelak, jika 'jemputan' itu datang.
Banyak diantara kita yang belum bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, termasuk saya. Kita selalu berasumsi 'masih ada hari esok', tanpa pernah berpikir kemungkinan terburuk yang akan terjadi, semisal mungkin 'besok' kita sudah tidak bisa menggunakan jasad kita lagi. Kita harus meninggalkan orang2 yang kita cintai, padahal kita belum memberikan apapun untuk mereka. Tapi ketika tiba-tiba saat itu datang, kita pasti akan merasa tidak rela dan merasa 'Allah tidak adil'.
Begitu adanya pula dengan kehidupan yang kita jalani saat ini. Cobaan, ujian, peringatan, atau bahkan hukuman sekalipun dari Allah seringkali kita anggap sebagai sebuah 'ketidakadilan' dalam hidup kita.
to be continued..
Banyak diantara kita yang belum bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, termasuk saya. Kita selalu berasumsi 'masih ada hari esok', tanpa pernah berpikir kemungkinan terburuk yang akan terjadi, semisal mungkin 'besok' kita sudah tidak bisa menggunakan jasad kita lagi. Kita harus meninggalkan orang2 yang kita cintai, padahal kita belum memberikan apapun untuk mereka. Tapi ketika tiba-tiba saat itu datang, kita pasti akan merasa tidak rela dan merasa 'Allah tidak adil'.
Begitu adanya pula dengan kehidupan yang kita jalani saat ini. Cobaan, ujian, peringatan, atau bahkan hukuman sekalipun dari Allah seringkali kita anggap sebagai sebuah 'ketidakadilan' dalam hidup kita.
to be continued..
Wednesday, March 28, 2007
kata Bunda..
Subscribe to:
Posts (Atom)

